
Dalam upaya meningkatkan deteksi dan pengobatan kanker metastasis tulang, tim peneliti dari Fakultas Farmasi Universitas Muslim Indonesia (UMI) bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berhasil mengembangkan kandidat radiofarmaka terbaru. Radiofarmaka ini diharapkan mampu mendeteksi secara akurat sekaligus berpotensi menjadi terapi bagi pasien yang mengalami penyebaran kanker ke tulang.
Penelitian ini menyoroti pentingnya pengembangan agen diagnostik dan terapeutik yang spesifik untuk kanker metastasis tulang, yang seringkali sulit diobati jika terdeteksi pada stadium lanjut. Kandidat radiofarmaka yang dikembangkan menggunakan teknologi nuklir, memungkinkan pencitraan yang jelas terhadap sel kanker serta memberikan efek terapi langsung pada lokasi metastasis.
Langkah awal uji coba menunjukkan hasil menjanjikan, sehingga tim peneliti optimis dapat melanjutkan ke tahap uji klinis dalam waktu dekat. Inovasi ini diharapkan memberikan harapan baru bagi penderita kanker metastasis tulang di Indonesia, dan mendukung program pencegahan serta penanganan kanker secara nasional.