
Sebuah inovasi berbasis kecerdasan buatan (AI) yang mampu mendeteksi penyakit pada tanaman ubi kayu berhasil meraih penghargaan Best Paper dalam konferensi ICITRI 2026. Sistem deteksi ini dikembangkan dengan teknologi AI yang memungkinkan identifikasi gejala penyakit secara akurat dan cepat, sehingga membantu petani dalam upaya pengendalian hama dan penyakit tanaman. Penelitian ini mendapat sambutan positif dari para akademisi dan praktisi di bidang pertanian, terutama dalam mendukung ketahanan pangan di Indonesia.
Metode yang digunakan dalam sistem deteksi ini adalah dengan memanfaatkan citra digital daun ubi kayu. Melalui algoritma pembelajaran mendalam (deep learning), AI dapat membedakan daun yang sehat dengan yang terinfeksi penyakit tertentu. Hasil uji coba menunjukkan tingkat akurasi yang tinggi, sehingga teknologi ini dinilai sangat potensial untuk diadopsi secara luas.
Penghargaan Best Paper di ICITRI 2026 menjadi bukti bahwa inovasi dalam negeri mampu bersaing di tingkat internasional. Diharapkan, pengembangan teknologi AI ini dapat terus didorong untuk mendukung transformasi digital di sektor pertanian Indonesia.