
Universitas Airlangga (UNAIR) kembali menghadirkan terobosan di bidang kesehatan dengan mengembangkan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang mampu mendeteksi secara dini risiko diabetes pada perempuan. Inovasi ini memanfaatkan data riwayat kehamilan sebagai indikator utama untuk mengidentifikasi potensi penyakit tersebut.
Bagaimana AI Ini Bekerja?
Sistem AI yang dirancang oleh tim peneliti UNAIR menganalisis berbagai faktor dari riwayat kehamilan, seperti kadar gula darah selama kehamilan, berat badan bayi saat lahir, dan riwayat diabetes gestasional. Dengan memproses data tersebut, AI dapat memberikan prediksi akurat mengenai kemungkinan seorang perempuan mengembangkan diabetes tipe 2 di kemudian hari.
Manfaat bagi Kesehatan Perempuan
Deteksi dini ini sangat krusial karena diabetes sering kali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal. Dengan mengetahui risiko lebih awal, perempuan dapat mengambil langkah pencegahan seperti mengubah pola makan, meningkatkan aktivitas fisik, atau menjalani pemeriksaan rutin. Hal ini diharapkan dapat menurunkan angka kejadian diabetes dan komplikasi yang menyertainya.
Kolaborasi dan Pengembangan
Pengembangan AI ini melibatkan kerja sama antara fakultas kedokteran, fakultas teknologi, dan rumah sakit mitra UNAIR. Tim peneliti terus menyempurnakan algoritma agar semakin akurat dan dapat diintegrasikan ke dalam sistem layanan kesehatan primer di Indonesia.
Inovasi ini menjadi langkah maju dalam pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan kualitas hidup perempuan, khususnya dalam mencegah penyakit tidak menular yang semakin meningkat prevalensinya.