
Seorang ibu rumah tangga dengan tiga anak di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mengalami musibah ganda setelah namanya terindikasi terlibat dalam praktik judi online. Akibatnya, ia kehilangan hak atas bantuan sosial (bansos) yang sebelumnya diterima secara rutin, serta harus menunda operasi pengangkatan tumor yang sudah lama direncanakan.
Kehilangan Bantuan Sosial
Ibu tersebut, yang tidak disebutkan namanya, mengaku bahwa dirinya tidak pernah terlibat dalam perjudian daring. Namun, sistem verifikasi data penerima bansos mendeteksi adanya indikasi keterkaitan dengan aktivitas judi online, sehingga namanya otomatis dicoret dari daftar penerima bantuan. Hal ini membuatnya kehilangan sumber penghasilan tambahan yang sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Operasi Tumor Tertunda
Selain kehilangan bansos, ibu tersebut juga harus menunda rencana operasi pengangkatan tumor yang sudah dijadwalkan. Tumor yang dideritanya memerlukan penanganan medis segera, namun biaya operasi yang tidak sedikit menjadi kendala utama. Dengan hilangnya bansos, ia semakin kesulitan untuk mengumpulkan dana guna membiayai tindakan medis tersebut.
Kasus ini menjadi sorotan di media lokal, termasuk Blora Ekspres, yang melaporkan bahwa banyak warga miskin lainnya mungkin juga mengalami nasib serupa akibat kesalahan data atau penyalahgunaan identitas dalam sistem bansos. Pemerintah setempat diharapkan segera melakukan evaluasi dan verifikasi ulang data penerima bansos agar kejadian seperti ini tidak terulang.
Kisah pilu ini menunjukkan betapa rentannya warga kurang mampu terhadap kesalahan administratif yang berdampak langsung pada kehidupan mereka. Diharapkan ada solusi cepat dari pihak berwenang untuk mengembalikan hak-hak warga yang tidak bersalah.