
Dalam upaya mendukung transformasi layanan kesehatan di Indonesia, PT Hutama Karya (Persero) telah menyelesaikan pembangunan Gedung Kanker di RSUP Kandou, Manado. Proyek ini menjadi bagian penting dari program pemerintah untuk meningkatkan akses dan kualitas pengobatan kanker bagi masyarakat.
Gedung baru ini dirancang dengan standar medis modern, dilengkapi fasilitas diagnosis, kemoterapi, radioterapi, dan rawat inap yang terintegrasi. Kehadiran gedung ini diharapkan mampu mengurangi kebutuhan pasien untuk berobat ke luar daerah, sehingga biaya dan waktu perjalanan bisa ditekan secara signifikan.
Mendukung Program Kanker Nasional
Pembangunan gedung ini sejalan dengan Rencana Strategis Kementerian Kesehatan yang menargetkan peningkatan layanan kanker di delapan rumah sakit rujukan nasional. RSUP Kandou merupakan salah satu rumah sakit yang dipilih karena lokasinya yang strategis di kawasan Indonesia Timur.
Direktur Operasi Hutama Karya menegaskan bahwa perusahaan berkomitmen menyelesaikan proyek tepat waktu dengan kualitas terbaik. “Kami bangga dapat berkontribusi langsung pada peningkatan layanan kesehatan masyarakat. Gedung ini akan segera beroperasi penuh setelah proses serah terima selesai,” ujarnya dalam siaran pers.
Fasilitas dan Teknologi Terkini
Beberapa fitur unggulan gedung ini meliputi:
- Ruang kemoterapi dengan sistem sirkulasi udara khusus untuk mencegah kontaminasi.
- Alat radioterapi linear accelerator (LINAC) berteknologi tinggi.
- Kamar rawat inap privat dengan sistem monitoring pasien jarak jauh.
- Laboratorium patologi dan farmasi onkologi yang terintegrasi.
Proyek ini dikerjakan selama 18 bulan dengan melibatkan tenaga kerja lokal sebanyak 300 orang. Selain memberikan dampak positif pada sektor kesehatan, proyek ini juga menggerakkan perekonomian daerah melalui penyerapan tenaga kerja dan penggunaan material lokal.
Dengan rampungnya gedung ini, Hutama Karya berharap dapat terus berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur kesehatan nasional, khususnya di wilayah-wilayah yang masih memerlukan penguatan layanan medis spesialis.