
Jakarta – HLB Innovation, perusahaan bioteknologi asal Korea Selatan, mengumumkan perluasan uji klinis fase 1 untuk terapi CAR-T yang ditujukan bagi pasien kanker darah. Keputusan ini diambil setelah ditemukan bahwa peningkatan dosis tidak menimbulkan efek toksisitas yang membatasi dosis (DLT).
Dalam uji coba tersebut, para peneliti memberikan dosis yang lebih tinggi dari terapi CAR-T kepada sekelompok pasien. Hasilnya menunjukkan bahwa tidak ada satu pun pasien yang mengalami efek samping parah yang biasanya menjadi batasan dalam penentuan dosis maksimum. Temuan ini memberikan harapan baru bagi pengembangan terapi yang lebih efektif dan aman untuk mengobati kanker darah, seperti leukemia dan limfoma.
Terapi CAR-T merupakan metode pengobatan inovatif yang memodifikasi sel imun pasien untuk melawan sel kanker. Prosesnya melibatkan pengambilan sel T dari darah pasien, kemudian merekayasa genetikanya di laboratorium agar mampu mengenali dan menghancurkan sel kanker. Setelah itu, sel yang telah dimodifikasi dikembalikan ke tubuh pasien.
HLB Innovation berencana untuk terus memperluas jumlah partisipan dalam uji klinis ini guna mengumpulkan lebih banyak data mengenai efektivitas dan keamanan terapi. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat persetujuan regulasi dan membawa terapi CAR-T yang lebih terjangkau bagi pasien di seluruh dunia.
Kanker darah merupakan salah satu jenis kanker yang paling umum dan mematikan. Dengan adanya perkembangan positif ini, para ahli optimis bahwa terapi CAR-T dapat menjadi salah satu pilihan pengobatan utama di masa depan.