
Kabar mengejutkan datang dari RSUD Daya. Keluarga seorang pasien resmi melayangkan somasi ke pihak rumah sakit. Mereka menuding adanya kesalahan diagnosis HIV yang berdampak serius pada kondisi psikologis pasien.
Menurut informasi yang dihimpun, kejadian ini bermula saat pasien menjalani serangkaian tes di RSUD Daya. Hasil laboratorium menunjukkan pasien positif HIV. Diagnosis ini langsung diumumkan tanpa prosedur konfirmasi yang memadai, menurut klaim keluarga.
Akibat pengumuman tersebut, pasien dan keluarga mengalami tekanan mental yang berat. Stigma dan rasa malu membuat mereka menarik diri dari lingkungan sosial. Pasien bahkan dilaporkan mengalami trauma berkepanjangan.
Namun, setelah dilakukan pemeriksaan ulang di fasilitas kesehatan lain, hasilnya justru negatif HIV. Keluarga pun merasa dirugikan secara moril dan materil. Mereka menuntut RSUD Daya bertanggung jawab atas kesalahan yang dinilai sangat fatal ini.
Somasi resmi telah dikirimkan ke manajemen RSUD Daya. Dalam surat tersebut, keluarga meminta permintaan maaf secara terbuka dan ganti rugi atas penderitaan yang dialami. Mereka juga mendesak rumah sakit untuk memperbaiki sistem diagnosis agar kejadian serupa tidak terulang.
Hingga berita ini diturunkan, pihak RSUD Daya belum memberikan tanggapan resmi. Kasus ini pun menjadi perbincangan hangat di media sosial dan menuai beragam reaksi dari warganet. Banyak yang menyayangkan kelalaian medis yang bisa berdampak sebesar ini pada kehidupan seseorang.