
Banyak orang menganggap remeh kebiasaan mendengkur saat tidur. Padahal, menurut para ahli, kondisi ini tidak boleh disepelekan karena dapat meningkatkan risiko terkena stroke. Dokter menyarankan agar segera melakukan pemeriksaan jika Anda atau orang terdekat sering mengalami dengkuran keras.
Mendengkur terjadi ketika aliran udara di saluran pernapasan bagian atas terhambat, sehingga menyebabkan getaran pada jaringan di sekitar tenggorokan. Dalam jangka panjang, gangguan ini bisa memicu berbagai masalah kesehatan serius, termasuk tekanan darah tinggi dan gangguan irama jantung yang berujung pada stroke.
Dokter spesialis menekankan pentingnya deteksi dini. Jika Anda mengalami gejala seperti rasa lelah berlebihan di siang hari, sakit kepala saat bangun tidur, atau sering terbangun karena tersedak, sebaiknya segera konsultasi dengan tenaga medis. Pemeriksaan seperti polisomnografi bisa membantu mendiagnosis tingkat keparahan kondisi ini.
Selain itu, perubahan gaya hidup juga dianjurkan, seperti menurunkan berat badan, menghindari konsumsi alkohol sebelum tidur, dan tidur dengan posisi miring. Dengan penanganan yang tepat, risiko stroke akibat mendengkur dapat diminimalkan secara signifikan.