
Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) menyatakan tidak merasa tertekan dengan aturan ambang batas parlemen atau parliamentary threshold. Ketua Umum Hanura, Oesman Sapta Odang (OSO), menegaskan bahwa partainya saat ini lebih memusatkan perhatian pada penguatan infrastruktur partai di berbagai daerah.
Menurut OSO, fokus utama Hanura adalah membangun mesin politik yang solid dan efektif. Upaya ini dianggap lebih penting dibandingkan dengan hanya mengejar target elektoral yang bersifat jangka pendek. “Kami tidak mau pusing dengan urusan persentase suara di parlemen. Yang terpenting sekarang adalah bagaimana partai ini bisa tumbuh dan berfungsi dengan baik di tengah masyarakat,” ujar OSO dalam suatu kesempatan.
Langkah strategis yang diambil Hanura antara lain adalah konsolidasi kader di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota. Partai tersebut juga gencar melakukan pendidikan politik untuk masyarakat serta membuka ruang partisipasi bagi generasi muda. Semua ini dilakukan agar Hanura dapat menjadi kendaraan politik yang diperhitungkan dalam kontestasi mendatang.
OSO optimistis bahwa dengan kerja keras dan pendekatan yang tepat, partainya tidak akan kesulitan melewati ambang batas parlemen. Ia mengibaratkan membangun mesin politik ibarat merawat tanaman: perlu waktu, perawatan, dan kesabaran sebelum akhirnya berbuah.
Di sisi lain, Hanura juga terus memperkuat komunikasi dengan partai-partai lain, baik yang sudah mapan maupun yang baru muncul. Jalinan koalisi ini diharapkan dapat menjadi bantalan politik yang kuat, terutama dalam menghadapi tahapan pemilu yang semakin ketat.
Pernyataan ini sekaligus menepis anggapan bahwa Hanura sedang berada dalam posisi tertekan. Sebaliknya, partai berlambang pohon beringin itu justru melihat momentum tahun politik sebagai ajang untuk membuktikan eksistensi dan konsistensi perjuangan mereka.