
Seorang guru honorer di Banjarmasin diduga mengalami serangan asma yang dipicu oleh kabut asap yang melanda wilayah tersebut. Peristiwa ini menambah daftar dampak kesehatan akibat polusi udara yang semakin parah.
Menurut laporan yang dikutip dari bsinews.id, guru tersebut mengeluhkan sesak napas dan batuk-batuk setelah terpapar kabut asap dalam waktu lama. Kondisi ini memerlukan penanganan medis segera untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.
Kabut asap yang terjadi di Banjarmasin berasal dari kebakaran hutan dan lahan di sekitarnya. Polusi udara ini mengandung partikel-partikel halus yang dapat masuk ke saluran pernapasan dan memicu penyakit seperti asma, bronkitis, dan infeksi paru-paru.
Pihak berwenang setempat mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker, dan menjaga kesehatan pernapasan. Bagi penderita asma, disarankan untuk selalu membawa obat inhaler dan segera berkonsultasi dengan dokter jika gejala memburuk.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya upaya pencegahan kebakaran hutan dan pengelolaan lingkungan yang lebih baik untuk melindungi kesehatan masyarakat.