
Kejadian mengejutkan terjadi di Kecamatan Turi, Sleman, Yogyakarta. Sebanyak puluhan siswa dari tiga sekolah dasar dan menengah pertama dilaporkan mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala Dinas Kesehatan Sleman, dr. Cahya Purnama, mengonfirmasi bahwa para siswa mengeluhkan gejala mual, pusing, dan muntah-muntah. Gejala tersebut muncul beberapa jam setelah mereka menyantap menu MBG hari ini.
“Kami menerima laporan dari tiga sekolah berbeda. Total ada 47 siswa yang mengalami gejala serupa. Semua sudah ditangani di Puskesmas dan fasilitas kesehatan terdekat,” ujar dr. Cahya dalam keterangan resmi.
Menu yang disajikan dalam MBG hari ini antara lain nasi, ayam goreng, tempe bacem, tahu, sayur sop, dan susu kemasan. Namun, hasil investigasi awal belum dapat memastikan penyebab pasti gangguan kesehatan massal ini.
Dinas Kesehatan Sleman telah mengambil sampel makanan dari setiap sekolah dan mengirimkannya ke laboratorium untuk uji toksikologi dan mikrobiologi. Sementara itu, Dinas Pendidikan setempat menginstruksikan penghentian sementara program MBG di ketiga sekolah tersebut hingga hasil pemeriksaan keluar.
“Kami sangat prihatin dengan kejadian ini. Segala upaya medis dan investigasi sedang kami lakukan untuk memastikan keamanan pangan dan mencegah kejadian serupa terulang,” tambah dr. Cahya.
Program Makan Bergizi Gratis sendiri merupakan program pemerintah yang bertujuan meningkatkan gizi dan kesehatan anak sekolah. Insiden ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan mutu dan keamanan pangan dalam setiap program penyediaan makanan massal.