
FUJIFILM Indonesia menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesadaran dan deteksi dini penyakit hati, khususnya hepatitis B dan C. Perusahaan ini mendukung program skrining dengan memanfaatkan teknologi ultrasonografi (USG) sebagai alat bantu diagnosis.
Langkah ini diambil menyusul tingginya angka kasus hepatitis di Indonesia yang sering kali tidak terdeteksi hingga stadium lanjut. Dengan USG, kondisi hati dapat dipantau secara non-invasif, sehingga potensi kerusakan bisa diketahui lebih awal.
Menurut perwakilan FUJIFILM Indonesia, teknologi pencitraan medis yang mereka miliki mampu memberikan gambaran detail organ hati. Hal ini memungkinkan tenaga kesehatan untuk mendeteksi adanya fibrosis atau sirosis yang merupakan komplikasi umum dari hepatitis kronis.
Program skrining ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat, terutama mereka yang berisiko tinggi. FUJIFILM juga bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk rumah sakit dan klinik, untuk memperluas akses pemeriksaan.
Dengan deteksi dini, pasien bisa mendapatkan penanganan yang tepat dan mencegah perkembangan penyakit menjadi lebih parah. Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya global untuk mengeliminasi hepatitis sebagai ancaman kesehatan masyarakat pada tahun 2030.