
Baru-baru ini, ramai diperbincangkan klaim bahwa melakukan ejakulasi sebanyak 21 kali dalam sebulan dapat menurunkan risiko terkena kanker prostat. Lantas, benarkah anggapan tersebut? Berikut penjelasan dari para ahli medis.
Apa Hubungan Ejakulasi dengan Kanker Prostat?
Beberapa penelitian sebelumnya mengindikasikan bahwa frekuensi ejakulasi yang lebih tinggi mungkin berkaitan dengan penurunan risiko kanker prostat. Namun, para dokter menekankan bahwa klaim ini masih memerlukan kajian lebih lanjut dan belum bisa dijadikan patokan mutlak.
Penjelasan Dokter Mengenai Angka 21 Kali
Angka 21 kali dalam sebulan atau sekitar 7 kali per minggu bukanlah angka ajaib. Dokter spesialis urologi menjelaskan bahwa yang lebih penting adalah menjaga kesehatan prostat secara menyeluruh, bukan hanya berfokus pada frekuensi ejakulasi. Faktor risiko utama kanker prostat meliputi usia, riwayat keluarga, dan gaya hidup.
- Usia: Risiko kanker prostat meningkat seiring bertambahnya usia, terutama setelah 50 tahun.
- Riwayat Keluarga: Memiliki saudara kandung atau ayah dengan riwayat kanker prostat meningkatkan risiko.
- Gaya Hidup: Pola makan tinggi lemak, obesitas, dan kurang olahraga juga berkontribusi.
Kesimpulan
Meskipun beberapa studi menunjukkan korelasi positif antara frekuensi ejakulasi dan penurunan risiko kanker prostat, belum ada bukti kuat yang merekomendasikan jumlah tertentu. Para ahli menyarankan untuk tetap menjalani pola hidup sehat, rutin melakukan skrining, dan berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan informasi yang tepat sesuai kondisi masing-masing.
Jadi, jangan langsung percaya pada klaim yang belum terverifikasi. Selalu cari sumber informasi yang terpercaya dan diskusikan dengan tenaga medis profesional.