
Dalam sebuah inisiatif yang patut diapresiasi, Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia (FK UMI) baru-baru ini menggelar kegiatan edukasi kesehatan yang ditujukan bagi komunitas diaspora Indonesia yang berada di Hiroshima, Jepang. Acara ini difokuskan pada tiga penyakit tidak menular yang menjadi momok kesehatan global, yaitu diabetes mellitus, hipertensi, dan penyakit jantung.
Kegiatan yang berlangsung di kota yang sarat sejarah tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan para perantau Indonesia mengenai cara mencegah, mengenali gejala awal, serta mengelola risiko dari ketiga penyakit tersebut. Mengingat gaya hidup dan pola makan yang mungkin berbeda dari kebiasaan di tanah air, para diaspora rentan mengalami masalah kesehatan ini tanpa disadari.
Tim FK UMI yang terdiri dari para dokter dan akademisi memberikan materi secara interaktif. Mereka tidak hanya menyampaikan teori, tetapi juga melakukan demonstrasi praktis seperti cara memeriksa tekanan darah mandiri dan pentingnya menjaga kadar gula darah. Sesi tanya jawab berlangsung hangat, menunjukkan antusiasme peserta yang ingin mengetahui lebih dalam tentang kondisi kesehatan mereka.
Ketua tim FK UMI menekankan bahwa edukasi semacam ini penting untuk menjembatani kesenjangan informasi kesehatan yang mungkin dialami diaspora. Dengan pemahaman yang baik, diharapkan mereka dapat menerapkan pola hidup sehat dan melakukan deteksi dini, sehingga kualitas hidup tetap terjaga meski berada jauh dari tanah air.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari para peserta. Banyak dari mereka yang mengaku mendapatkan wawasan baru dan merasa lebih percaya diri dalam menjaga kesehatan diri dan keluarga di perantauan. FK UMI berencana untuk melanjutkan program serupa di kota-kota lain di Jepang dan negara lainnya sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat Indonesia di luar negeri.