
Fiji saat ini tengah menghadapi situasi genting terkait penyebaran HIV di kalangan bayi. Data terbaru menunjukkan bahwa angka infeksi pada kelompok usia termuda ini tergolong sangat tinggi dan memerlukan perhatian serius dari berbagai pihak.
Kondisi ini menjadi sorotan karena bayi yang terinfeksi HIV sebagian besar tertular dari ibu mereka selama proses kehamilan, persalinan, atau melalui air susu ibu. Meskipun telah ada upaya pencegahan penularan dari ibu ke anak, kenyataan di lapangan masih menunjukkan kesenjangan yang besar.
Para ahli kesehatan mendesak pemerintah Fiji untuk segera meningkatkan program skrining pada ibu hamil serta memperluas akses terhadap terapi antiretroviral. Dengan penanganan yang tepat, risiko penularan dari ibu ke bayi bisa ditekan hingga di bawah lima persen.
Organisasi kesehatan internasional pun telah menawarkan bantuan teknis dan pendanaan untuk mendukung Fiji dalam mengatasi krisis ini. Tanpa intervensi yang cepat, angka infeksi HIV pada bayi dikhawatirkan akan terus melonjak dan membebani sistem kesehatan negara tersebut.