
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) baru saja memberikan persetujuan untuk sebuah pil kanker payudara yang dikembangkan oleh AstraZeneca. Keputusan ini diumumkan pada hari Jumat lalu dan menandai langkah maju yang signifikan dalam pengobatan kanker payudara.
Obat ini, yang dikenal dengan nama generik capivasertib, dirancang untuk digunakan pada pasien dengan jenis kanker payudara tertentu yang telah menyebar atau tidak dapat dioperasi. Lebih spesifiknya, obat ini ditujukan untuk pasien yang tumornya memiliki mutasi pada gen PIK3CA, AKT1, atau PTEN.
Persetujuan ini didasarkan pada hasil uji klinis fase III yang menunjukkan bahwa kombinasi capivasertib dengan terapi hormon fulvestrant mampu memperlambat perkembangan penyakit secara signifikan dibandingkan dengan plasebo plus fulvestrant pada pasien dengan mutasi gen tersebut.
Menurut data dari American Cancer Society, kanker payudara adalah jenis kanker yang paling sering didiagnosis pada wanita di Amerika Serikat, dengan perkiraan lebih dari 300.000 kasus baru setiap tahunnya. Kehadiran terapi baru ini diharapkan dapat memberikan harapan baru bagi pasien dengan subtipe kanker payudara yang sulit diobati.
AstraZeneca, perusahaan farmasi asal Inggris-Swedia, telah lama menjadi pemain kunci dalam pengembangan obat kanker. Capivasertib adalah salah satu dari beberapa kandidat obat yang sedang mereka kembangkan untuk menargetkan jalur pensinyalan PI3K/AKT, yang sering kali tidak terkendali pada berbagai jenis kanker.
FDA juga telah menyetujui uji klinis tambahan untuk mengeksplorasi potensi capivasertib pada jenis kanker lainnya, termasuk kanker prostat dan kanker ovarium. Dengan persetujuan ini, capivasertib kini menjadi pilihan baru bagi dokter dalam merawat pasien kanker payudara yang memiliki mutasi gen tertentu.