
Banyak beredar anggapan di masyarakat bahwa mengikat jempol kaki bisa menjadi solusi untuk mengatasi anyang-anyangan. Namun, benarkah metode ini efektif secara medis? Dokter memberikan penjelasan lengkapnya.
Apa Itu Anyang-anyangan?
Anyang-anyangan, atau dalam istilah medis disebut disuria, adalah kondisi ketika seseorang merasakan nyeri atau tidak nyaman saat buang air kecil. Kondisi ini sering disertai dengan frekuensi buang air kecil yang meningkat, namun volume urine yang keluar sedikit. Anyang-anyangan biasanya disebabkan oleh infeksi saluran kemih (ISK), iritasi, atau masalah pada kandung kemih.
Asal-usul Mitos Mengikat Jempol
Kepercayaan mengikat jempol untuk mengatasi anyang-anyangan sudah lama beredar di kalangan masyarakat, terutama di pedesaan. Konon, dengan mengikat jempol menggunakan tali atau kain, energi dalam tubuh bisa diatur sehingga mengurangi rasa sakit saat buang air kecil. Namun, klaim ini belum pernah dibuktikan secara ilmiah.
Penjelasan Dokter
Menurut dr. Rizki Ananda, Sp.U, seorang ahli urologi, tidak ada hubungan langsung antara mengikat jempol dengan penanganan anyang-anyangan. “Anyang-anyangan adalah masalah pada saluran kemih, bukan pada sistem peredaran energi di jempol. Tidak ada penelitian yang mendukung metode ini,” jelasnya.
Lebih lanjut, dr. Rizki menegaskan bahwa langkah yang tepat untuk mengatasi anyang-anyangan adalah dengan:
- Minum air putih yang cukup untuk membantu mengeluarkan bakteri dari saluran kemih.
- Menghindari minuman berkafein dan beralkohol yang dapat memperparah iritasi.
- Konsultasi ke dokter untuk mendapatkan antibiotik jika disebabkan oleh infeksi bakteri.
Kesimpulan
Mengikat jempol untuk mengatasi anyang-anyangan adalah mitos belaka. Tindakan ini tidak memiliki dasar medis dan tidak akan menyembuhkan infeksi atau iritasi pada saluran kemih. Jika Anda mengalami anyang-anyangan, sebaiknya segera periksakan diri ke tenaga medis agar mendapatkan penanganan yang tepat.