
Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Lampung mencatat adanya peningkatan kasus penyakit yang terkait dengan dampak erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK). Tak hanya Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), sejumlah warga juga mengalami masalah kulit dan iritasi mata.
Laporan Terbaru Dinkes Lampung
Berdasarkan data yang dihimpun, sejak awal erupsi hingga saat ini, ribuan warga yang terdampak telah memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. Tim medis menemukan bahwa selain ISPA, penyakit kulit dan sakit mata juga mendominasi keluhan pasien.
Kepala Diskes Lampung, melalui pernyataan resminya, menjelaskan bahwa debu vulkanik dan gas beracun yang dikeluarkan oleh GAK menjadi pemicu utama. “Partikel abu yang sangat halus dapat mengiritasi saluran pernapasan dan kulit. Jika terkena mata, bisa menyebabkan peradangan dan rasa sakit,” ujarnya.
Jumlah Kasus yang Terdata
- ISPA: Lebih dari 1.500 kasus tercatat di berbagai puskesmas dan rumah sakit rujukan.
- Penyakit Kulit: Sekitar 700 kasus dilaporkan, termasuk ruam, gatal-gatal, dan dermatitis kontak.
- Sakit Mata (Konjungtivitis): Hampir 350 kasus dengan gejala mata merah, berair, dan terasa perih.
Masyarakat diimbau untuk selalu menggunakan masker, kacamata pelindung, dan menjaga kebersihan kulit saat beraktivitas di luar rumah. Diskes Lampung juga telah mendistribusikan bantuan medis dan alat perlindungan diri ke daerah-daerah yang paling parah terdampak.
Data terbaru ini menjadi peringatan serius bagi semua pihak untuk terus waspada terhadap dampak kesehatan akibat erupsi gunung berapi yang masih berlangsung.