
Dinas Kesehatan Kabupaten Malang baru-baru ini mengidentifikasi dua orang tenaga kesehatan (nakes) yang dinyatakan positif mengidap Hepatitis B. Temuan ini merupakan hasil dari proses pelacakan (tracing) yang dilakukan secara intensif terhadap kelompok-kelompok yang memiliki risiko tinggi tertular penyakit tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, melalui keterangan resminya, menjelaskan bahwa penemuan kasus ini berawal dari kegiatan skrining dan tracing yang difokuskan pada populasi berisiko. Hepatitis B sendiri merupakan infeksi serius pada hati yang disebabkan oleh virus, dan dapat menyebar melalui kontak dengan darah atau cairan tubuh lainnya.
Proses tracing yang dilakukan oleh tim medis setidaknya telah menjangkau sejumlah individu yang dianggap rentan, termasuk tenaga kesehatan yang sering terpapar langsung dengan pasien. Hasilnya, dua nakes tersebut dinyatakan positif dan kini telah mendapatkan penanganan medis yang diperlukan.
Pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Malang juga mengimbau seluruh tenaga kesehatan dan masyarakat umum untuk tetap waspada, serta menjalani vaksinasi Hepatitis B sebagai langkah pencegahan. Selain itu, mereka menekankan pentingnya penerapan protokol kesehatan secara ketat, terutama penggunaan alat pelindung diri (APD) saat menangani pasien.
Langkah selanjutnya, Dinas Kesehatan akan terus melakukan pelacakan lebih lanjut untuk memastikan tidak ada penyebaran yang lebih luas. Masyarakat diminta untuk tidak panik, namun tetap menjaga kebersihan dan kesehatan masing-masing.