Dua Jenis Kanker Ini Mendominasi Temuan di Semarang, Dinkes Buka Layanan Skrining Tanpa Biaya

Home blog Dua Jenis Kanker Ini Mendominasi Temuan di Semarang, Dinkes Buka Layanan Skrining Tanpa Biaya
Dua Jenis Kanker Ini Mendominasi Temuan di Semarang, Dinkes Buka Layanan Skrining Tanpa Biaya
Dua Jenis Kanker Ini Mendominasi Temuan di Semarang, Dinkes Buka Layanan Skrining Tanpa Biaya

Kota Semarang mencatat temuan kasus kanker yang cukup tinggi, dengan dua jenis kanker yang paling dominan, yaitu kanker payudara dan kanker serviks. Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat pun bergerak cepat dengan menyediakan layanan skrining gratis bagi masyarakat.

Kanker Payudara dan Serviks Mendominasi

Berdasarkan data dari Dinkes Semarang, kanker payudara menempati urutan pertama sebagai jenis kanker yang paling banyak ditemukan. Disusul oleh kanker serviks yang juga memiliki angka temuan signifikan. Kedua jenis kanker ini menjadi perhatian serius karena sering terdeteksi pada stadium lanjut.

Langkah Preventif Melalui Skrining Gratis

Untuk menekan angka kematian akibat kanker, Dinkes Semarang menginisiasi program skrining gratis. Program ini menyasar wanita usia subur dan kelompok berisiko tinggi. Melalui skrining, diharapkan kanker dapat terdeteksi lebih awal sehingga penanganan bisa lebih optimal.

  • Skrining kanker payudara menggunakan metode SADANIS (Pemeriksaan Payudara Klinis) dan USG.
  • Skrining kanker serviks dilakukan dengan tes IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat) dan pap smear.
  • Layanan tersedia di puskesmas dan fasilitas kesehatan lainnya di Semarang.

Harapan dan Target Dinkes

Kepala Dinkes Semarang menyatakan bahwa target program ini adalah menjangkau sebanyak mungkin wanita, terutama mereka yang belum pernah melakukan deteksi dini. Dengan skrining gratis, diharapkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan kanker semakin meningkat.

Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat kanker, sejalan dengan program nasional pengendalian penyakit tidak menular.

Masyarakat diimbau untuk memanfaatkan layanan skrining gratis ini dan tidak ragu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan jika menemukan gejala mencurigakan.