
Dalam dunia kesehatan, metode terapi bekam memang sudah dikenal luas. Namun, baru-baru ini sebuah iklan layanan bekam di Vietnam menarik perhatian para dokter karena klaimnya yang dianggap berlebihan. Iklan tersebut menyebutkan bahwa terapi bekam mampu menyedot gumpalan darah dari dalam tubuh pasien.
Para tenaga medis pun terkejut dan menyatakan bahwa klaim semacam itu tidak memiliki dasar ilmiah yang kuat. Menurut mereka, bekam bekerja dengan menciptakan tekanan negatif pada permukaan kulit untuk melancarkan peredaran darah dan mengurangi ketegangan otot, bukan untuk menyedot gumpalan darah yang terbentuk di dalam pembuluh darah.
Pakar kesehatan menegaskan bahwa gumpalan darah atau trombus biasanya memerlukan penanganan medis khusus, seperti obat antikoagulan atau prosedur bedah. Bekam tidak dirancang untuk tujuan tersebut dan bisa berbahaya jika dilakukan tanpa pengawasan dokter.
Iklan yang viral ini pun menuai kritik dari berbagai kalangan medis. Mereka mengingatkan masyarakat untuk selalu kritis terhadap informasi kesehatan yang beredar, terutama yang menjanjikan hasil instan atau terlihat terlalu bagus untuk dipercaya.
Sebagai langkah pencegahan, otoritas kesehatan setempat telah memperingatkan penyedia layanan bekam untuk tidak membuat klaim medis yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Masyarakat diimbau untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum menjalani terapi alternatif apa pun.