
Banyak masyarakat yang masih keliru memahami penyakit asma. Dokter dari RSUD SMART Pamekasan memberikan penjelasan penting bahwa asma bukanlah penyakit menular. Kesalahpahaman ini sering muncul di tengah publik, sehingga perlu diluruskan agar tidak menimbulkan stigma negatif terhadap penderita asma.
Menurut dokter spesialis di RSUD SMART, asma merupakan kondisi kronis pada saluran pernapasan yang dipicu oleh faktor genetik dan lingkungan, bukan oleh infeksi kuman atau virus. Oleh karena itu, asma tidak dapat ditularkan dari satu orang ke orang lain melalui kontak fisik, udara, atau percikan air liur.
Penderita asma memiliki saluran napas yang lebih sensitif terhadap berbagai pemicu seperti debu, asap, udara dingin, atau alergen tertentu. Ketika terpapar pemicu tersebut, saluran napas bisa mengalami peradangan dan penyempitan, sehingga menimbulkan gejala sesak napas, batuk, dan mengi. Namun, reaksi ini sepenuhnya bersifat internal dan tidak menular.
Dokter RSUD SMART mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menyikapi informasi tentang asma. Edukasi yang tepat sangat penting agar penderita asma mendapatkan dukungan yang layak, bukan malah dijauhi atau dikucilkan karena anggapan keliru bahwa penyakit ini menular.
Dengan pemahaman yang benar, diharapkan kualitas hidup penderita asma dapat meningkat dan mereka bisa beraktivitas normal tanpa rasa takut atau diskriminasi. Rumah sakit juga terus berupaya memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang berbagai penyakit non-menular, termasuk asma, agar mitos yang salah bisa segera terkikis.