
Paparan kabut asap yang semakin pekat di berbagai wilayah Indonesia menimbulkan kekhawatiran serius di kalangan tenaga medis. Dokter spesialis paru memperingatkan bahwa kondisi ini dapat memperparah gejala pada penderita asma, bahkan memicu serangan mendadak yang berbahaya.
Dalam keterangan yang dikutip dari RRI, para ahli menjelaskan bahwa partikel halus yang terkandung dalam asap dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan. Bagi individu yang sudah memiliki riwayat asma, hal ini memicu peradangan dan penyempitan saluran napas, sehingga sesak napas menjadi lebih sering terjadi.
“Kabut asap mengandung berbagai zat iritan seperti karbon monoksida, nitrogen dioksida, dan partikel debu halus (PM2.5). Zat-zat ini langsung mengiritasi bronkus dan memicu refleks batuk serta sesak,” jelas dokter di pusat kesehatan respirasi.
Masyarakat, khususnya mereka yang memiliki asma, diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker N95 saat berpergian, serta memastikan obat asma inhaler selalu tersedia. Dokter juga menyarankan untuk menjaga kualitas udara di dalam rumah dengan menutup jendela dan menggunakan pembersih udara (air purifier) jika memungkinkan.
Penting untuk diingat, serangan asma yang tidak tertangani dengan baik akibat paparan kabut asap bisa berujung pada kegawatdaruratan medis, seperti gagal napas. Oleh karena itu, jika gejala memburuk, penderita harus segera mencari pertolongan medis.