
Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Diskes P2KB) Kabupaten/Kota di Jawa Timur menargetkan sebanyak 8.000 peserta akan mengikuti program skrining HPV DNA. Program ini merupakan bagian dari upaya deteksi dini kanker serviks yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeriksaan kesehatan reproduksi.
Latar Belakang Program Skrining
Kanker serviks masih menjadi salah satu penyakit mematikan yang banyak dialami oleh perempuan di Indonesia. Melalui skrining HPV DNA, diharapkan kasus kanker serviks dapat terdeteksi lebih awal sehingga penanganan medis bisa dilakukan secepat mungkin. Program ini juga sejalan dengan target pemerintah untuk menurunkan angka kematian akibat kanker serviks.
Sasaran dan Metode
Peserta yang menjadi sasaran adalah perempuan berusia 30 hingga 50 tahun, terutama yang belum pernah menjalani pemeriksaan serupa. Skrining dilakukan dengan metode pengambilan sampel DNA dari leher rahim yang kemudian dianalisis di laboratorium. Hasilnya akan memberikan informasi apakah terdapat infeksi HPV risiko tinggi yang bisa memicu kanker.
- Peserta diharapkan mendaftar melalui puskesmas atau posyandu terdekat.
- Pemeriksaan dilakukan secara gratis untuk peserta yang memenuhi kriteria.
Target dan Harapan
Diskes P2KB optimistis target 8.000 peserta dapat tercapai dengan dukungan dari berbagai pihak, termasuk tenaga kesehatan dan kader posyandu. Edukasi masyarakat juga terus digencarkan agar perempuan tidak ragu untuk melakukan skrining. Dengan deteksi dini, diharapkan angka kesembuhan pasien kanker serviks dapat meningkat.