
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sidoarjo angkat bicara terkait kabar yang menyebutkan sebanyak 522 pelajar di daerah tersebut terpapar virus HIV. Pihak Dinkes dengan tegas membantah angka tersebut dan mengklarifikasi bahwa jumlah yang benar adalah 53 kasus.
Kepala Dinkes Sidoarjo menjelaskan bahwa informasi yang beredar luas di masyarakat itu tidak akurat. Data yang valid menunjukkan bahwa hanya terdapat 53 pelajar yang terkonfirmasi positif HIV di wilayah Sidoarjo. Angka ini jauh lebih rendah dari yang sempat menjadi perbincangan publik.
Dinkes Sidoarjo mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas kebenarannya. Mereka juga menegaskan bahwa penanganan kasus HIV/AIDS terus dilakukan secara serius dan komprehensif melalui program pencegahan dan pengobatan yang berkelanjutan.
Selain itu, Dinkes juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk sekolah dan orang tua, untuk berperan aktif dalam memberikan edukasi tentang kesehatan reproduksi dan bahaya HIV/AIDS. Dengan demikian, diharapkan angka penularan dapat terus ditekan.
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo melalui Dinkes berkomitmen untuk terus memantau dan menangani setiap kasus HIV/AIDS dengan pendekatan yang humanis dan tanpa stigma. Masyarakat diimbau untuk selalu merujuk pada sumber resmi untuk mendapatkan informasi yang benar dan terpercaya.