
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda terus berupaya memperkuat program skrining atau deteksi dini terhadap dua penyakit menular, yaitu HIV dan Tuberkulosis (TB). Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi pengendalian penyakit dan pencegahan penyebaran yang lebih luas di masyarakat.
Kepala Dinkes Samarinda, dr. Ismed Kusasih, menjelaskan bahwa peningkatan skrining ini sangat penting untuk menemukan kasus sedini mungkin. Dengan penemuan kasus yang cepat, pasien dapat segera mendapatkan pengobatan yang tepat, sehingga risiko penularan dapat ditekan secara signifikan.
“Kami fokus pada skrining aktif di kelompok berisiko tinggi, seperti populasi kunci dan mereka yang memiliki gejala mirip TB. Deteksi dini adalah kunci utama dalam memutus rantai penularan,” ujar dr. Ismed dalam keterangannya.
Strategi dan Target Skrining
Dalam pelaksanaannya, Dinkes Samarinda menargetkan pemeriksaan HIV dan TB di berbagai fasilitas kesehatan, termasuk puskesmas dan rumah sakit. Pemeriksaan dilakukan secara sukarela dengan tetap menjaga kerahasiaan pasien. Selain itu, pihaknya juga menggandeng komunitas dan organisasi masyarakat untuk menjangkau lebih banyak individu yang mungkin tidak terlayani oleh sistem kesehatan formal.
Integrasi Layanan dan Edukasi
Program skrining ini tidak hanya berhenti pada pemeriksaan, tetapi juga diintegrasikan dengan layanan konseling dan edukasi kesehatan. Masyarakat yang menjalani skrining akan mendapatkan informasi mengenai cara pencegahan, pengobatan, dan dukungan psikososial. Hal ini diharapkan dapat mengurangi stigma yang masih melekat pada kedua penyakit tersebut.
- Pemeriksaan HIV dan TB dilakukan secara gratis di puskesmas terdekat.
- Petugas kesehatan memberikan konseling pra dan pasca tes.
- Pasien yang terkonfirmasi positif akan segera dirujuk ke layanan pengobatan.
Dinkes Samarinda juga mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melakukan pemeriksaan jika memiliki faktor risiko atau gejala. Dengan partisipasi aktif dari semua pihak, target eliminasi HIV dan TB pada tahun 2030 diharapkan dapat tercapai.