Dinkes Probolinggo Optimalkan Skrining HIV bagi Warga Binaan Rutan Kraksaan

Home blog Dinkes Probolinggo Optimalkan Skrining HIV bagi Warga Binaan Rutan Kraksaan
Dinkes Probolinggo Optimalkan Skrining HIV bagi Warga Binaan Rutan Kraksaan
Dinkes Probolinggo Optimalkan Skrining HIV bagi Warga Binaan Rutan Kraksaan

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo terus berupaya meningkatkan deteksi dini HIV/AIDS di kalangan warga binaan pemasyarakatan (WBP) Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kraksaan. Langkah ini merupakan bagian dari program pengendalian penyakit menular yang terintegrasi dengan layanan kesehatan di lingkungan pemasyarakatan.

Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo, dr. Shodiqin, menjelaskan bahwa skrining HIV dilakukan secara berkala dengan melibatkan tenaga medis dari puskesmas setempat. “Kami bekerja sama dengan pihak Rutan untuk memastikan setiap warga binaan mendapatkan akses pemeriksaan HIV yang aman dan rahasia. Deteksi dini sangat penting untuk mencegah penyebaran lebih luas dan memberikan penanganan yang tepat,” ujarnya.

Program ini menyasar seluruh warga binaan baru maupun lama yang belum pernah menjalani tes HIV. Proses skrining meliputi konseling pra-tes, pengambilan sampel darah, dan konseling pasca-tes. Hasil positif akan ditindaklanjuti dengan pengobatan antiretroviral (ARV) serta pendampingan psikososial oleh petugas kesehatan dan relawan.

Selain skrining, Dinkes juga memberikan edukasi tentang pencegahan HIV, termasuk penggunaan kondom, perilaku seksual aman, dan pentingnya menghindari penggunaan jarum suntik bersama. Edukasi ini disampaikan melalui penyuluhan kelompok dan materi visual yang mudah dipahami.

Kepala Rutan Kraksaan, Andi Tri Wahyono, menyambut baik inisiatif ini. Ia menekankan bahwa kesehatan warga binaan merupakan prioritas. “Kami sangat mendukung program skrining HIV. Ini membantu kami menciptakan lingkungan rutan yang sehat dan mencegah penularan penyakit. Selain itu, warga binaan yang terinfeksi dapat memperoleh pengobatan secara gratis dan berkelanjutan,” katanya.

Data Dinkes menunjukkan bahwa sejak program ini dimulai, cakupan skrining HIV di Rutan Kraksaan terus meningkat. Pada tahun 2024, lebih dari 500 warga binaan telah menjalani tes, dan beberapa di antaranya terdeteksi positif HIV. Mereka kini dalam perawatan dan pemantauan ketat oleh tim medis.

Dinkes berencana memperluas program skrining ke lapas dan rutan lain di Kabupaten Probolinggo. Langkah ini diharapkan dapat menekan angka penularan HIV di kalangan populasi rentan dan mendukung target eliminasi HIV/AIDS pada tahun 2030.