
Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua Tengah terus berupaya meningkatkan kompetensi para tenaga kesehatan (nakes) dalam memberikan layanan bagi penderita HIV. Langkah ini diambil untuk memastikan penanganan yang lebih optimal dan menyeluruh bagi masyarakat yang membutuhkan.
Kepala Dinkes Papua Tengah, dr. Silwanus Sumule, menegaskan bahwa peningkatan kapasitas ini sangat krusial mengingat masih adanya tantangan dalam pelayanan HIV di daerah tersebut. Ia menjelaskan bahwa para nakes perlu dibekali pengetahuan dan keterampilan terkini agar mampu mendeteksi, merawat, dan mendampingi pasien HIV dengan lebih baik.
Program Pelatihan Komprehensif
Dalam upaya tersebut, Dinkes Papua Tengah menggelar serangkaian pelatihan intensif. Pelatihan ini mencakup berbagai aspek, mulai dari tata laksana klinis, konseling, hingga pencegahan penularan dari ibu ke anak (PPIA). Para peserta pelatihan berasal dari puskesmas dan rumah sakit di seluruh kabupaten di Papua Tengah.
“Kami ingin setiap nakes memiliki kemampuan yang setara, sehingga tidak ada kesenjangan layanan antara satu daerah dengan daerah lainnya,” ujar dr. Silwanus. Ia menambahkan bahwa pelatihan ini juga menekankan pada pentingnya menghilangkan stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV (ODHIV).
Dukungan untuk ODHIV
Selain peningkatan kapasitas nakes, Dinkes Papua Tengah juga berfokus pada penyediaan layanan yang ramah dan mudah diakses bagi ODHIV. Hal ini meliputi ketersediaan obat antiretroviral (ARV) yang berkelanjutan serta dukungan psikososial. Dinkes berharap dengan adanya peningkatan kualitas layanan, lebih banyak ODHIV yang mau memeriksakan diri dan menjalani pengobatan secara teratur.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak takut melakukan tes HIV. Semakin cepat diketahui, semakin cepat pula penanganannya. Dengan pengobatan yang tepat, ODHIV dapat hidup sehat dan produktif,” pungkas dr. Silwanus.