
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Magetan mengungkapkan temuan sebanyak 80 kasus HIV di wilayahnya. Yang menarik, sebagian besar kasus tersebut berasal dari kelompok Lelaki Seks dengan Lelaki (LSL) atau penyuka sesama jenis.
Kepala Dinkes Magetan, dr. drh. Hery Setyo Susilo, MM, menjelaskan bahwa data ini merupakan akumulasi temuan selama beberapa tahun terakhir. Dari total 80 kasus, sekitar 60% di antaranya adalah LSL. Sisanya berasal dari kelompok heteroseksual dan pengguna jarum suntik.
Deteksi Dini dan Pencegahan
Pihak Dinkes terus menggencarkan upaya deteksi dini melalui layanan konseling dan tes HIV sukarela. Selain itu, edukasi tentang perilaku seksual berisiko juga gencar dilakukan, terutama di kalangan komunitas LSL.
“Kami tidak hanya fokus pada pengobatan, tetapi juga pencegahan. Edukasi tentang penggunaan kondom dan pentingnya tes rutin sangat kami tekankan,” ujar Hery.
Langkah Penanganan
Setiap pasien yang terkonfirmasi positif HIV langsung mendapatkan akses pengobatan antiretroviral (ARV) secara gratis. Dinkes juga memastikan adanya pendampingan psikososial untuk membantu pasien menjalani hidup dengan HIV.
Selain itu, Dinkes Magetan bekerja sama dengan berbagai lembaga swadaya masyarakat (LSM) untuk menjangkau populasi kunci, termasuk LSL, agar lebih terbuka dalam melakukan pemeriksaan kesehatan.
Hery berharap dengan adanya data ini, masyarakat semakin sadar akan pentingnya pencegahan dan tidak mendiskriminasi orang dengan HIV (ODHIV). “Yang terpenting adalah dukungan dan pemahaman, bukan stigma,” pungkasnya.