
Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur mengeluarkan imbauan kepada seluruh fasilitas kesehatan di wilayahnya untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit yang dipicu oleh kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan.
Langkah Antisipasi Dinkes Kaltim
Kepala Dinkes Kaltim, Dr. H. M. I. A., menyatakan bahwa pihaknya telah meminta seluruh puskesmas, rumah sakit, dan klinik untuk bersiap sedia menangani lonjakan pasien dengan keluhan gangguan pernapasan dan penyakit lainnya yang terkait dengan paparan asap.
“Kami menginstruksikan agar setiap faskes menyiapkan obat-obatan dan peralatan medis yang diperlukan, terutama untuk mengatasi infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), radang mata, dan iritasi kulit,” ujar Dr. H. M. I. A. dalam keterangan resmi yang diterima di Samarinda.
Penyakit yang Perlu Diwaspadai
Beberapa penyakit yang sering muncul akibat paparan asap karhutla antara lain:
- Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)
- Asma dan eksaserbasi penyakit paru obstruktif kronis
- Iritasi mata, hidung, dan tenggorokan
- Peningkatan risiko serangan jantung dan stroke pada kelompok rentan
Dinkes Kaltim juga mengimbau masyarakat, terutama lansia, anak-anak, dan penderita penyakit kronis, untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker saat beraktivitas di luar, serta segera memeriksakan diri ke faskes terdekat jika mengalami gejala seperti batuk, sesak napas, atau demam.
Koordinasi dengan Pemangku Kepentingan
Selain itu, Dinas Kesehatan berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan instansi terkait untuk memantau perkembangan kualitas udara dan kesiapan logistik medis. “Kami juga menyediakan posko kesehatan di daerah terdampak untuk mendeteksi dini dan memberikan pelayanan cepat kepada warga,” tambahnya.
Dengan langkah antisipasi ini, diharapkan dampak kesehatan akibat kabut asap karhutla dapat diminimalkan dan masyarakat tetap terlindungi.