
Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh bekerja sama dengan UNICEF memperkuat peran lembaga swadaya masyarakat (LSM) dalam upaya memutus rantai penularan HIV, sifilis, dan hepatitis B di wilayah Aceh. Kolaborasi ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas program pencegahan dan pengendalian penyakit menular tersebut.
Dalam kegiatan yang digelar baru-baru ini, Dinkes Aceh dan UNICEF memberikan pelatihan dan pendampingan kepada sejumlah LSM yang bergerak di bidang kesehatan. Pelatihan ini mencakup peningkatan kapasitas dalam edukasi masyarakat, deteksi dini, serta pendampingan bagi kelompok rentan.
Kepala Dinkes Aceh menyatakan bahwa peran LSM sangat strategis dalam menjangkau komunitas yang sulit diakses oleh layanan kesehatan formal. “LSM memiliki jaringan dan kepercayaan yang kuat di tengah masyarakat, sehingga mereka dapat menjadi mitra penting dalam kampanye pencegahan dan penanganan HIV, sifilis, dan hepatitis B,” ujarnya.
Perwakilan UNICEF Indonesia menambahkan bahwa dukungan terhadap LSM merupakan bagian dari komitmen global untuk mengakhiri epidemi AIDS, sifilis, dan hepatitis B pada tahun 2030. “Kami percaya bahwa dengan memperkuat kapasitas LSM, kita dapat mempercepat pencapaian target eliminasi penyakit-penyakit ini,” jelasnya.
Program ini juga mencakup penyediaan alat tes cepat, distribusi obat-obatan, serta pengembangan sistem rujukan yang lebih efisien. Diharapkan, dengan sinergi antara pemerintah, UNICEF, dan LSM, angka penularan HIV, sifilis, dan hepatitis B di Aceh dapat ditekan secara signifikan.