
Sebanyak 352 siswa di Lombok Tengah diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Para siswa dilaporkan muntah-muntah dan pusing setelah menyantap makanan yang disediakan.
Peristiwa ini terjadi di beberapa sekolah di wilayah Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Gejala yang dialami siswa antara lain mual, muntah, dan sakit kepala. Tim medis segera turun tangan untuk memberikan penanganan awal kepada para siswa yang terdampak.
Dugaan sementara, keracunan ini disebabkan oleh makanan yang tidak higienis atau mengandung bahan berbahaya. Pihak terkait masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti dari kejadian ini.
Pemerintah daerah setempat telah mengambil langkah cepat dengan menghentikan sementara distribusi makanan MBG di sekolah-sekolah yang terdampak. Selain itu, mereka juga melakukan pengawasan ketat terhadap proses penyediaan makanan agar kejadian serupa tidak terulang.
Kepala Dinas Pendidikan Lombok Tengah menyatakan bahwa pihaknya akan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan untuk melakukan investigasi menyeluruh. Sampel makanan dan sampel biologis dari siswa telah diambil untuk diuji di laboratorium.
Orang tua siswa diimbau untuk tetap tenang dan memantau kondisi anak-anak mereka. Jika ada gejala yang memburuk, segera bawa ke fasilitas kesehatan terdekat.