
Sebanyak 30 siswa dan 2 orang guru di Madiun diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Peristiwa ini terjadi pada hari Senin, 27 Januari 2025, di SDN 02 dan SDN 03 Manguharjo, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun.
Kronologi Kejadian
Para siswa dan guru mulai mengeluhkan gejala seperti mual, pusing, dan muntah-muntah sekitar satu jam setelah menyantap menu MBG yang disediakan. Menu tersebut terdiri dari nasi, ayam goreng, sayur sop, dan buah pisang.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Madiun, Drs. Bambang Suharto, M.Pd., membenarkan kejadian ini. “Benar, ada 30 siswa dan 2 guru yang mengeluhkan gejala keracunan setelah makan MBG. Mereka langsung kami arahkan ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan medis,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (28/1/2025).
Penanganan Medis
Seluruh korban telah mendapatkan perawatan di Puskesmas Manguharjo dan Puskesmas Nambangan. Berdasarkan keterangan petugas medis, kondisi mereka kini berangsur membaik dan sebagian besar sudah diperbolehkan pulang.
“Dari 30 siswa, 28 orang sudah diperbolehkan pulang, sementara 2 siswa lainnya masih dalam observasi. Sedangkan kedua guru sudah diperbolehkan pulang setelah mendapat perawatan,” jelas Bambang.
Penyelidikan Lebih Lanjut
Dinas Pendidikan Kota Madiun bersama Dinas Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) setempat tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti keracunan ini.
“Kami sudah mengambil sampel makanan MBG yang tersisa untuk diuji laboratorium. Hasilnya diharapkan keluar dalam waktu 2-3 hari ke depan,” ungkap Bambang.
Sementara itu, program MBG di kedua sekolah tersebut dihentikan sementara sampai ada kejelasan mengenai penyebab keracunan. Pemerintah Kota Madiun berjanji akan mengevaluasi secara menyeluruh proses penyediaan dan distribusi MBG agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Tanggapan Orang Tua
Sejumlah orang tua siswa mengaku khawatir dengan kejadian ini. Mereka berharap pemerintah lebih teliti dalam memilih dan mengolah bahan makanan untuk program MBG. “Semoga kejadian ini menjadi pelajaran bagi semua pihak, sehingga ke depannya makanan yang diberikan benar-benar aman dan bergizi untuk anak-anak,” ujar Wati, salah seorang orang tua siswa.