
Sebanyak 104 siswa dari SMAN 1 Tunjungan dilaporkan mengalami gejala kesehatan yang mengkhawatirkan setelah mengonsumsi makanan yang diduga terkontaminasi. Gejala yang muncul antara lain pusing, diare, dan muntah-muntah.
Peristiwa ini terjadi ketika para siswa mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang disediakan oleh pihak sekolah. Dalam waktu singkat setelah menyantap hidangan tersebut, banyak siswa mulai mengeluhkan rasa tidak nyaman pada perut dan kepala.
Pihak sekolah segera mengambil tindakan cepat dengan membawa siswa yang terdampak ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis. Mereka diberikan obat-obatan dan cairan infus untuk mengatasi dehidrasi akibat diare dan muntah.
Hingga saat ini, penyebab pasti dari insiden ini masih dalam penyelidikan oleh dinas kesehatan setempat. Sampel makanan yang diduga menjadi sumber masalah telah diambil untuk diuji di laboratorium guna memastikan adanya bakteri atau zat berbahaya lainnya.
Dinas kesehatan mengimbau kepada seluruh sekolah dan penyedia jasa katering untuk selalu menjaga kebersihan dan kualitas bahan makanan yang disajikan. Mereka juga menyarankan agar setiap menu makanan diuji keamanannya sebelum didistribusikan kepada siswa.
Insiden ini menjadi pengingat bagi semua pihak tentang pentingnya pengawasan ketat terhadap program penyediaan makanan di lingkungan sekolah. Pemerintah daerah berjanji akan mengevaluasi prosedur pengadaan dan distribusi MBG agar kejadian serupa tidak terulang kembali.