
Epidemiolog Dicky Budiman baru-baru ini mengungkapkan temuan terbaru mengenai risiko penggunaan rokok elektrik atau vape. Dalam pernyataannya, ia menjelaskan bahwa vape tidak hanya berdampak pada paru-paru, tetapi juga dapat mengganggu metabolisme tubuh.
Mekanisme Vape Meningkatkan Risiko Diabetes
Menurut Dicky, kandungan nikotin dan bahan kimia lain dalam cairan vape dapat menyebabkan peradangan kronis dan stres oksidatif. Kondisi ini kemudian mengganggu cara sel-sel tubuh merespons insulin, yang dikenal sebagai resistensi insulin. Resistensi insulin adalah kondisi awal yang sering berujung pada diabetes tipe 2.
Dampak Jangka Panjang yang Perlu Diwaspadai
Ia menambahkan, penggunaan vape secara rutin dalam jangka panjang dapat meningkatkan kadar gula darah dan memperberat kerja pankreas. Hal ini membuat pengguna vape lebih rentan terkena diabetes dibandingkan mereka yang tidak merokok sama sekali.
- Mengandung nikotin yang memicu lonjakan gula darah
- Bahan kimia tambahan dapat merusak sel beta pankreas
- Kebiasaan vaping seringkali menggantikan aktivitas fisik yang sehat
Dicky Budiman mengimbau masyarakat untuk tidak menganggap vape sebagai alternatif yang aman dari rokok tembakau. Ia menekankan pentingnya gaya hidup sehat dan menghindari segala bentuk rokok untuk mencegah risiko diabetes dan penyakit metabolik lainnya.