
Kualitas udara yang buruk tidak hanya memicu Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), tetapi juga dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan lainnya. Paparan polutan dalam jangka panjang telah dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular, gangguan neurologis, dan bahkan kanker paru-paru.
Polusi Udara dan Penyakit Tidak Menular
Partikel halus (PM2.5) yang masuk ke dalam aliran darah dapat memicu peradangan sistemik, yang berkontribusi pada penyakit jantung koroner, stroke, dan hipertensi. Selain itu, polusi udara juga dapat memperburuk kondisi penderita diabetes dan asma.
Dampak pada Sistem Saraf
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa polusi udara dapat memengaruhi sistem saraf pusat. Paparan jangka panjang terhadap udara kotor dikaitkan dengan penurunan fungsi kognitif, risiko demensia, dan gangguan perkembangan otak pada anak-anak.
- Penyakit kardiovaskular: serangan jantung, gagal jantung, dan aterosklerosis.
- Gangguan pernapasan: bronkitis kronis, PPOK, dan infeksi paru-paru.
- Kanker: terutama kanker paru-paru dan kandung kemih.
- Gangguan kehamilan: kelahiran prematur dan berat badan lahir rendah.
Untuk melindungi diri, disarankan menggunakan masker berkualitas, memasang pembersih udara di dalam ruangan, dan mengurangi aktivitas di luar ruangan saat indeks kualitas udara menunjukkan level tidak sehat. Pemerintah juga perlu memperketat regulasi emisi dan memperluas ruang terbuka hijau.