
Daewoong Pharmaceutical, perusahaan farmasi asal Korea Selatan, mengungkapkan keprihatinannya terkait rendahnya tingkat pencapaian target kadar kolesterol LDL (Low-Density Lipoprotein) pada pasien diabetes di Indonesia. Temuan ini disampaikan dalam sebuah diskusi yang menyoroti tantangan dalam pengelolaan penyakit kardiovaskular pada penderita diabetes.
Fakta di Balik Capaian LDL-C Pasien Diabetes
Berdasarkan data yang dipaparkan, sebagian besar pasien diabetes di Indonesia belum berhasil mencapai target LDL-C yang direkomendasikan. Kondisi ini meningkatkan risiko komplikasi kardiovaskular, seperti penyakit jantung koroner dan stroke, yang menjadi penyebab utama kematian pada pasien diabetes.
Menurut Dr. Andi, seorang ahli endokrinologi yang hadir dalam diskusi tersebut, rendahnya capaian target LDL-C disebabkan oleh beberapa faktor. “Banyak pasien tidak menyadari pentingnya mengontrol kolesterol, selain gula darah. Selain itu, kepatuhan terhadap terapi statin masih rendah karena efek samping atau biaya pengobatan,” jelasnya.
Pentingnya Pengelolaan Kolesterol pada Diabetes
Pengelolaan kolesterol menjadi krusial bagi pasien diabetes karena mereka memiliki risiko dua hingga empat kali lebih tinggi terkena penyakit kardiovaskular dibandingkan populasi umum. Target LDL-C yang ketat, yaitu di bawah 70 mg/dL untuk pasien berisiko tinggi, seringkali sulit dicapai tanpa terapi yang optimal.
Daewoong menekankan perlunya edukasi yang lebih intensif kepada pasien dan tenaga kesehatan mengenai pentingnya mencapai target LDL-C. Perusahaan ini juga mendorong penggunaan terapi kombinasi, seperti statin dengan ezetimibe, untuk meningkatkan efektivitas penurunan kolesterol.
Langkah ke Depan
Untuk mengatasi masalah ini, Daewoong berkomitmen untuk terus mendukung program edukasi dan penelitian di Indonesia. “Kami berharap dengan kolaborasi antara industri farmasi, pemerintah, dan tenaga kesehatan, capaian target LDL-C pada pasien diabetes dapat meningkat secara signifikan,” ujar perwakilan Daewoong.
Diskusi ini diharapkan dapat menjadi momentum bagi semua pemangku kepentingan untuk lebih serius dalam menangani masalah kolesterol pada pasien diabetes, sehingga dapat menurunkan angka kejadian penyakit kardiovaskular di Indonesia.