
Kepulauan Riau (Kepri) tengah dilanda peningkatan suhu udara yang signifikan. Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat mengimbau masyarakat untuk mewaspadai ancaman kesehatan akibat cuaca panas, seperti heat stroke dan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Peningkatan Suhu Ekstrem di Kepri
Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), suhu di wilayah Kepri dalam beberapa pekan terakhir mencapai angka di atas 35 derajat Celsius. Kondisi ini dipicu oleh posisi matahari yang berada di dekat ekuator dan minimnya tutupan awan.
Ancaman Heat Stroke pada Masyarakat
Heat stroke atau sengatan panas merupakan kondisi darurat medis yang terjadi ketika tubuh tidak mampu mengatur suhu internal akibat paparan panas berlebihan. Gejalanya meliputi sakit kepala, pusing, kulit kering dan panas, serta penurunan kesadaran. Dinkes Kepri mengingatkan agar masyarakat tidak berlama-lama berada di luar ruangan, terutama saat tengah hari.
ISPA Semakin Rentan di Cuaca Panas
Selain heat stroke, cuaca panas juga meningkatkan risiko ISPA karena perubahan suhu drastis antara lingkungan luar dan ruangan ber-AC. Virus dan bakteri penyebab ISPA lebih mudah menyebar dalam kondisi udara kering. Dinkes menyarankan untuk menjaga daya tahan tubuh dengan konsumsi vitamin dan istirahat cukup.
Langkah Pencegahan dari Dinkes
- Minum air putih minimal 2 liter per hari untuk mencegah dehidrasi.
- Hindari aktivitas fisik berat di luar ruangan pada pukul 10.00–16.00.
- Gunakan pakaian tipis, longgar, dan berwarna terang.
- Kenakan topi atau payung saat bepergian di siang hari.
- Perbanyak konsumsi buah dan sayur yang mengandung air tinggi.
Dinkes Kepri juga mengaktifkan posko kesehatan di beberapa titik strategis untuk memberikan pelayanan cepat jika ada warga yang mengalami gejala heat stroke atau ISPA. Masyarakat diimbau untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat jika merasakan keluhan.