Cegah Stroke dan Kanker Serviks, Dinkes Abdya Bersama TP PKK Galakkan Gaya Hidup Sehat

Home blog Cegah Stroke dan Kanker Serviks, Dinkes Abdya Bersama TP PKK Galakkan Gaya Hidup Sehat
Cegah Stroke dan Kanker Serviks, Dinkes Abdya Bersama TP PKK Galakkan Gaya Hidup Sehat
Cegah Stroke dan Kanker Serviks, Dinkes Abdya Bersama TP PKK Galakkan Gaya Hidup Sehat

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) bersama Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) setempat gencar mengampanyekan gerakan hidup sehat kepada masyarakat. Langkah ini diambil sebagai upaya preventif untuk menekan angka penyakit tidak menular, seperti stroke dan kanker serviks.

Kepala Dinkes Abdya, Safriadi, menjelaskan bahwa kampanye ini menyasar seluruh lapisan masyarakat, mulai dari remaja hingga lanjut usia. Ia menekankan pentingnya deteksi dini dan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) sebagai kunci utama pencegahan.

“Kami ingin masyarakat sadar bahwa stroke dan kanker serviks bisa dicegah. Caranya dengan rutin berolahraga, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, tidak merokok, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala,” ujar Safriadi dalam kegiatan sosialisasi yang digelar di aula kantor Bupati Abdya, Selasa (12/12/2023).

Ketua TP PKK Abdya, Ny. Hj. Fauziah, menambahkan bahwa pihaknya akan mengoptimalkan peran kader PKK di tingkat desa untuk menyebarluaskan informasi ini. Ia berharap setiap keluarga dapat menerapkan pola hidup sehat sejak dini.

“Kader PKK akan menjadi ujung tombak edukasi. Mereka akan turun langsung ke lapangan untuk memberikan penyuluhan tentang pentingnya menjaga kesehatan,” kata Fauziah.

Dalam kampanye tersebut, peserta juga mendapatkan pemeriksaan kesehatan gratis, seperti cek tekanan darah, gula darah, dan konsultasi gizi. Selain itu, disosialisasikan pula tentang pentingnya imunisasi HPV pada anak perempuan untuk mencegah kanker serviks.

Data dari Dinkes Abdya menunjukkan bahwa kasus stroke dan kanker serviks masih menjadi beban penyakit utama di daerah tersebut. Oleh karena itu, kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mampu menurunkan angka kejadian penyakit tersebut dalam beberapa tahun ke depan.