
Penularan HIV dari ibu ke anak saat kehamilan, persalinan, atau menyusui masih menjadi tantangan kesehatan global. Namun, risiko ini bisa ditekan secara signifikan melalui deteksi dini dan pemberian obat antiretroviral (ARV).
Pentingnya Deteksi Dini HIV pada Ibu Hamil
Setiap ibu hamil disarankan untuk menjalani tes HIV sejak awal kehamilan. Dengan mengetahui status HIV lebih awal, langkah pencegahan dapat segera dilakukan. Deteksi dini memungkinkan tenaga medis memberikan perawatan yang tepat guna melindungi bayi dari infeksi.
Peran ARV dalam Mencegah Penularan
Obat antiretroviral (ARV) berfungsi menekan jumlah virus dalam darah ibu hingga ke tingkat yang tidak terdeteksi. Bila kadar virus sangat rendah, risiko penularan ke bayi saat persalinan normal atau menyusui dapat berkurang drastis, bahkan mencapai di bawah 1 persen. Terapi ARV harus diminum secara rutin sesuai anjuran dokter.
- Ibu hamil dengan HIV perlu menjalani terapi ARV sepanjang kehamilan dan setelah melahirkan.
- Bayi yang lahir dari ibu dengan HIV juga akan diberikan ARV profilaksis selama beberapa minggu.
- Pemeriksaan berkala pada bayi hingga usia 18 bulan penting untuk memastikan status HIV-nya.
Dengan kombinasi deteksi dini, kepatuhan minum ARV, dan perawatan medis yang tepat, penularan HIV dari ibu ke anak bisa dicegah secara efektif. Program ini merupakan bagian dari upaya global menuju generasi bebas HIV.