
Seorang calon jemaah haji asal Kabupaten Pati, Jawa Tengah, gagal berangkat ke Tanah Suci tahun ini. Pasalnya, saat menjalani skrining kesehatan, ia terdeteksi menderita hepatitis.
Kementerian Agama (Kemenag) Pati mengonfirmasi bahwa hasil pemeriksaan medis menunjukkan calon jemaah tersebut positif mengidap hepatitis. Penyakit ini termasuk dalam kategori penyakit menular yang dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain selama perjalanan ibadah haji.
Kepala Kemenag Pati, melalui Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah, menjelaskan bahwa skrining kesehatan merupakan bagian dari prosedur wajib bagi setiap calon jemaah haji. Tujuannya adalah untuk memastikan kondisi fisik para jemaah benar-benar prima saat menjalani rangkaian ibadah di Arab Saudi.
“Calon jemaah yang bersangkutan sudah kami informasikan mengenai hasil pemeriksaan ini. Ia dinyatakan tidak memenuhi syarat kesehatan untuk berangkat tahun ini,” ujar pejabat Kemenag Pati.
Pihak Kemenag menambahkan, calon jemaah tersebut masih memiliki kesempatan untuk berangkat pada tahun berikutnya, asalkan kondisi kesehatannya sudah membaik dan dinyatakan sembuh oleh dokter. Mereka juga mengimbau seluruh calon jemaah haji untuk menjaga kesehatan dan segera memeriksakan diri jika memiliki keluhan.
Kemenag Pati mencatat, selain kasus hepatitis, ada beberapa calon jemaah lain yang juga gagal berangkat karena masalah kesehatan, seperti tekanan darah tinggi dan gangguan jantung. Total calon jemaah haji asal Pati yang diberangkatkan tahun ini sebanyak 700 orang.
“Kami berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi semua calon jemaah untuk lebih memperhatikan kondisi kesehatan sejak jauh-jauh hari,” pungkasnya.