
Bupati Tegal, Umi Azizah, mengajak para ulama untuk berperan aktif dalam upaya penanggulangan penyakit Tuberkulosis (TBC) dan HIV/AIDS di wilayah Kabupaten Tegal. Ajakan ini disampaikan dalam sebuah pertemuan yang digelar di Pendopo Amangkurat, Slawi, pada Kamis (10/11/2022).
Peran Strategis Ulama dalam Edukasi Masyarakat
Menurut Bupati, ulama memiliki peran strategis dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya TBC dan HIV/AIDS. Melalui ceramah dan pengajian, para ulama dapat menyampaikan informasi yang benar tentang cara pencegahan dan pengobatan kedua penyakit tersebut.
“Kami berharap para ulama dapat menjadi ujung tombak dalam menyebarluaskan informasi kesehatan kepada masyarakat. Dengan pendekatan keagamaan, pesan-pesan kesehatan akan lebih mudah diterima dan diikuti,” ujar Umi Azizah.
Kolaborasi dengan Dinas Kesehatan
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal, dr. Hendra Prasetyo, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan program-program khusus yang melibatkan ulama dalam penanggulangan TBC dan HIV/AIDS. Program tersebut meliputi pelatihan kader kesehatan berbasis masjid dan pesantren.
“Kami akan memberikan pelatihan kepada para ulama dan santri tentang cara mendeteksi dini gejala TBC dan HIV/AIDS, serta bagaimana merujuk pasien ke fasilitas kesehatan terdekat,” tambah dr. Hendra.
Data Kasus TBC dan HIV/AIDS di Tegal
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal, hingga bulan Oktober 2022, tercatat sebanyak 1.245 kasus TBC dan 87 kasus HIV/AIDS baru. Angka ini menunjukkan bahwa penanggulangan kedua penyakit tersebut masih memerlukan perhatian serius dari semua pihak.
Bupati berharap dengan keterlibatan ulama, angka kasus TBC dan HIV/AIDS di Kabupaten Tegal dapat menurun secara signifikan. “Mari kita bersama-sama memerangi penyakit ini demi mewujudkan masyarakat Tegal yang sehat dan produktif,” pungkasnya.