
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) baru-baru ini mengeluarkan peringatan serius terkait bahaya penggunaan rokok elektrik atau vape. Hasil penelitian terbaru mengungkapkan temuan yang sangat mengkhawatirkan, di mana 100 persen sampel yang diteliti menunjukkan dampak negatif terhadap risiko diabetes.
Penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan BRIN ini memberikan bukti kuat bahwa kebiasaan merokok dengan vape bukanlah alternatif yang aman. Justru sebaliknya, kandungan dalam cairan vape diduga kuat memicu gangguan metabolisme gula darah yang berujung pada penyakit diabetes.
Temuan ini menjadi pukulan telak bagi anggapan bahwa vape lebih aman dibandingkan rokok tembakau. Data menunjukkan bahwa seluruh sampel yang diuji dalam penelitian tersebut memiliki keterkaitan langsung dengan peningkatan risiko diabetes, terlepas dari merek atau jenis cairan vape yang digunakan.
Para peneliti BRIN mendesak masyarakat untuk lebih waspada dan tidak mudah tergiur dengan klaim keamanan yang sering dikampanyekan oleh produsen vape. Fakta di lapangan justru menunjukkan sebaliknya, bahwa vape membawa ancaman serius bagi kesehatan jangka panjang, terutama dalam memicu penyakit tidak menular seperti diabetes.
Dengan adanya temuan ini, diharapkan pemerintah dan otoritas kesehatan dapat mengambil langkah tegas dalam mengatur peredaran dan penggunaan vape di Indonesia. Edukasi kepada masyarakat juga perlu digencarkan agar bahaya laten dari vape tidak lagi diabaikan.