
Sebanyak belasan relawan yang bertugas di dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, diduga mengalami gejala hepatitis. Temuan ini memicu kekhawatiran akan potensi penyebaran penyakit di lingkungan dapur yang melayani ribuan penerima manfaat.
Kronologi Dugaan Hepatitis
Para relawan tersebut dilaporkan mengeluhkan gejala seperti demam, kelelahan ekstrem, dan perubahan warna kulit menjadi kekuningan dalam beberapa hari terakhir. Pemeriksaan awal oleh petugas kesehatan setempat menunjukkan indikasi kuat adanya infeksi hepatitis, meskipun masih diperlukan uji laboratorium lanjutan untuk memastikan diagnosis.
Rekomendasi Puskesmas
Puskesmas setempat merekomendasikan agar seluruh personel dapur yang terindikasi terpapar segera diganti untuk sementara waktu. Langkah ini diambil untuk memutus rantai penularan dan menjaga keamanan pangan yang dihasilkan oleh dapur MBG. Selain itu, petugas juga mengimbau agar kebersihan peralatan dapur dan sanitasi lingkungan ditingkatkan secara ketat.
Dampak pada Operasional Dapur
Dengan adanya rekomendasi penggantian personel, operasional dapur MBG di Bima untuk sementara mengalami penyesuaian. Pihak pengelola berupaya mencari relawan pengganti yang sehat dan telah menjalani pemeriksaan kesehatan. Dapur MBG sendiri merupakan salah satu program unggulan pemerintah dalam menyediakan makanan bergizi bagi masyarakat prasejahtera, sehingga gangguan operasional dapat berdampak pada jadwal distribusi.
Upaya Pencegahan
Untuk mencegah kejadian serupa terulang, pihak puskesmas bersama dinas kesehatan setempat akan melakukan sosialisasi mengenai pentingnya higiene personal, vaksinasi hepatitis, serta pemeriksaan kesehatan berkala bagi seluruh relawan. Langkah ini diharapkan dapat menekan risiko penularan penyakit di masa mendatang dan memastikan program MBG berjalan aman.