
Semakin maraknya tren kecantikan, prosedur filler wajah menjadi pilihan populer untuk mempercantik penampilan. Namun, di balik hasil instan yang ditawarkan, terdapat risiko serius jika filler dilakukan secara berlebihan atau tidak profesional. Salah satu bahaya utama adalah potensi kebutaan dan stroke yang mengancam keselamatan jiwa.
Mengapa Filler Berlebihan Berbahaya?
Filler adalah zat yang disuntikkan ke dalam kulit untuk mengisi kerutan atau menambah volume pada area wajah. Bahan yang umum digunakan adalah asam hialuronat. Meskipun aman dalam dosis tepat, penyuntikan berlebihan atau ke pembuluh darah dapat menyumbat aliran darah. Akibatnya, jaringan di sekitarnya kekurangan oksigen dan nutrisi, yang dapat menyebabkan kematian sel.
Kebutaan Akibat Filler
Salah satu komplikasi serius adalah oklusi arteri retina, yaitu penyumbatan pembuluh darah yang menuju mata. Hal ini terjadi jika filler tersuntik ke arteri wajah yang berhubungan langsung dengan mata. Gejalanya meliputi penurunan penglihatan mendadak, nyeri, dan bahkan kebutaan permanen dalam hitungan jam jika tidak segera ditangani.
Stroke dan Risiko Lainnya
Penyumbatan pembuluh darah akibat filler juga bisa mencapai otak, menyebabkan stroke iskemik. Selain itu, risiko infeksi, reaksi alergi, hingga nekrosis jaringan (kematian kulit) juga mengintai. Komplikasi ini lebih rentan terjadi jika filler dilakukan oleh tenaga non-medis atau menggunakan bahan ilegal.
Tips Aman Melakukan Filler
- Pilih klinik atau dokter bersertifikat resmi dan berpengalaman.
- Tanyakan jenis bahan filler yang digunakan, pastikan terdaftar di BPOM.
- Jangan tergiur harga murah atau promo mencurigakan.
- Diskusikan riwayat kesehatan dan alergi sebelum prosedur.
- Jika muncul gejala seperti nyeri hebat, perubahan warna kulit, atau gangguan penglihatan, segera cari pertolongan medis.
Kecantikan memang penting, namun keselamatan harus menjadi prioritas utama. Jangan sampai tren sesaat mengorbankan kesehatan Anda dalam jangka panjang. Selalu konsultasikan dengan profesional medis sebelum menjalani prosedur filler wajah.