APVI dan Kadin Jatim Beri Bantahan terhadap Klaim BRIN tentang Hubungan Rokok Elektrik dengan Diabetes

Home blog APVI dan Kadin Jatim Beri Bantahan terhadap Klaim BRIN tentang Hubungan Rokok Elektrik dengan Diabetes
APVI dan Kadin Jatim Beri Bantahan terhadap Klaim BRIN tentang Hubungan Rokok Elektrik dengan Diabetes
APVI dan Kadin Jatim Beri Bantahan terhadap Klaim BRIN tentang Hubungan Rokok Elektrik dengan Diabetes

Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI) bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur secara tegas membantah pernyataan yang dikeluarkan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terkait dugaan bahwa rokok elektrik dapat memicu penyakit diabetes. Kedua organisasi ini menilai klaim tersebut tidak memiliki dasar ilmiah yang kuat dan cenderung menyesatkan masyarakat.

Klarifikasi APVI dan Kadin Jatim

Dalam pernyataan resmi yang dirilis, APVI dan Kadin Jatim menekankan bahwa hingga saat ini belum ada penelitian ilmiah yang kredibel dan dapat dipertanggungjawabkan yang membuktikan hubungan langsung antara penggunaan rokok elektrik dengan peningkatan risiko diabetes. Mereka justru menyoroti sejumlah studi internasional yang menunjukkan bahwa rokok elektrik memiliki profil risiko yang lebih rendah dibandingkan rokok tembakau konvensional.

Ketua APVI, dalam kesempatan terpisah, menyampaikan bahwa pernyataan BRIN yang tidak didukung bukti kuat dapat memicu kebingungan di kalangan perokok yang ingin beralih ke produk alternatif yang lebih rendah risiko. Ia menambahkan, “Kami sangat berharap lembaga riset seperti BRIN lebih berhati-hati dalam mengeluarkan pernyataan yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat.”

Pendapat Ahli tentang Rokok Elektrik dan Diabetes

Beberapa ahli kesehatan yang dihubungi juga memberikan pandangan serupa. Dr. Andi Kurniawan, spesialis penyakit dalam, menjelaskan bahwa faktor utama penyebab diabetes adalah pola makan tidak sehat, kurang aktivitas fisik, dan faktor genetik. “Meskipun merokok dalam bentuk apapun tidak dianjurkan, mengaitkan secara langsung rokok elektrik dengan diabetes tanpa data epidemiologis yang memadai adalah langkah yang kurang bijak,” ujarnya.

Data dari Kementerian Kesehatan juga menunjukkan bahwa prevalensi diabetes di Indonesia lebih banyak dipengaruhi oleh gaya hidup dan konsumsi gula berlebih, bukan semata-mata karena penggunaan rokok elektrik.

Dampak Klaim BRIN terhadap Industri dan Konsumen

Klaim BRIN tersebut dinilai dapat berdampak negatif terhadap industri rokok elektrik yang sedang berkembang di Indonesia. Banyak pelaku usaha kecil dan menengah yang bergantung pada sektor ini merasa dirugikan. Selain itu, konsumen yang telah berhasil beralih dari rokok konvensional ke rokok elektrik merasa cemas dan bingung dengan informasi yang simpang siur.

APVI dan Kadin Jatim berharap pihak BRIN dapat melakukan kajian ulang dan berdialog dengan para pemangku kepentingan sebelum mengeluarkan pernyataan publik yang berpotensi kontroversial. Mereka juga mengajak masyarakat untuk lebih kritis dalam menyaring informasi terkait kesehatan dan selalu merujuk pada sumber yang terpercaya.

Hingga berita ini diturunkan, BRIN belum memberikan tanggapan resmi terkait bantahan dari APVI dan Kadin Jatim.