
Banyak pasien kanker harus menunggu berjam-jam, dari pagi hingga malam, hanya untuk mendapatkan sesi terapi radiasi. Kondisi ini menggambarkan beban berat yang dialami oleh para penderita kanker dan sistem layanan kesehatan.
Di beberapa fasilitas kesehatan, lonjakan jumlah pasien yang membutuhkan radioterapi tidak sebanding dengan ketersediaan alat dan tenaga medis. Akibatnya, waktu tunggu menjadi sangat panjang, bahkan hingga seharian penuh.
Terapi radiasi sendiri merupakan salah satu metode pengobatan utama bagi penderita kanker. Prosedur ini membutuhkan peralatan canggih dan penanganan khusus, sehingga keterbatasan sumber daya sering kali menghambat akses pasien terhadap layanan yang cepat dan tepat.
Para ahli kesehatan menyarankan perlunya peningkatan kapasitas rumah sakit, penambahan alat radioterapi, serta pengaturan jadwal yang lebih efisien untuk mengurangi waktu tunggu pasien. Dengan demikian, pasien kanker bisa mendapatkan perawatan yang lebih optimal tanpa harus menunggu terlalu lama.