
Dalam upaya menekan angka kasus HIV/AIDS di Jawa Barat, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat mendorong penguatan peran Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) serta peningkatan edukasi kepada masyarakat. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat pencegahan dan penanganan penyakit yang masih menjadi tantangan kesehatan serius di wilayah tersebut.
Menurut para wakil rakyat, KPA harus diperkuat dari segi koordinasi, sumber daya, dan program kerjanya agar lebih efektif dalam menjalankan tugas. Selain itu, edukasi publik yang masif dan berkelanjutan dianggap sebagai kunci untuk mengubah perilaku berisiko serta mengurangi stigma terhadap penderita HIV/AIDS.
Dengan sinergi antara pemerintah, lembaga terkait, dan partisipasi aktif masyarakat, diharapkan angka penularan HIV/AIDS bisa ditekan secara signifikan. Langkah ini sejalan dengan komitmen global untuk mengakhiri epidemi AIDS pada tahun 2030.