
Seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur mendesak pemerintah provinsi untuk mengambil langkah-langkah yang lebih komprehensif dalam menangani kasus HIV/AIDS di wilayah tersebut. Menurut legislator tersebut, penanganan yang terintegrasi dan menyeluruh sangat diperlukan untuk menekan angka penyebaran virus mematikan itu.
Dalam pernyataannya, ia menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor, mulai dari dinas kesehatan, pendidikan, hingga sosial, untuk memberikan edukasi yang masif kepada masyarakat. Selain itu, akses terhadap layanan kesehatan, termasuk tes HIV dan pengobatan antiretroviral, harus diperluas agar menjangkau seluruh lapisan masyarakat, terutama kelompok rentan.
Legislator itu juga menyoroti perlunya penghapusan stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Ia berpendapat bahwa stigma justru menjadi penghalang utama bagi ODHA untuk mendapatkan perawatan dan dukungan yang layak. Oleh karena itu, kampanye publik yang mengedukasi masyarakat tentang HIV/AIDS secara akurat dan tanpa prasangka harus terus digalakkan.
Data terbaru menunjukkan bahwa kasus HIV/AIDS di Jawa Timur masih cukup tinggi. Dengan adanya dorongan dari DPRD ini, diharapkan pemerintah provinsi dapat merumuskan kebijakan yang lebih efektif dan berkelanjutan untuk memerangi epidemi ini. Langkah konkret yang diusulkan antara lain peningkatan anggaran untuk program pencegahan dan pengobatan, serta penguatan peran puskesmas dan rumah sakit dalam memberikan layanan ramah ODHA.