Al Ghazali Enggan Pamerkan Wajah Buah Hati ke Depan Umum, Singgung Privasi dan Bahaya Ain

Home blog Al Ghazali Enggan Pamerkan Wajah Buah Hati ke Depan Umum, Singgung Privasi dan Bahaya Ain
Al Ghazali Enggan Pamerkan Wajah Buah Hati ke Depan Umum, Singgung Privasi dan Bahaya Ain
Al Ghazali Enggan Pamerkan Wajah Buah Hati ke Depan Umum, Singgung Privasi dan Bahaya Ain

Putra sulung musisi Ahmad Dhani, Al Ghazali, kembali menjadi sorotan publik. Kali ini ia angkat bicara mengenai komitmennya untuk tidak menampilkan secara gamblang wajah anaknya di hadapan publik atau media sosial. Pasangan artis yang mungkin disebut sebagai publik figur ini menyadari betul pentingnya hak privasi bagi seorang anak.

Dalam sebuah kesempatan, Al Ghazali secara tegas mengungkapkan alasan di balik keputusan tersebut. Ia tidak hanya memikirkan dari segi perlindungan data pribadi atau privasi, melainkan juga menyentuh aspek spiritual yang lebih dalam, yaitu fenomena penyakit ‘ain. Konsep ini, menurut pemahamannya, berkaitan dengan dampak negatif dari rasa iri atau kekaguman berlebihan yang dapat menimpa seseorang jika keistimewaannya terpampang terlalu jelas.

Dia menambahkan bahwa menutupi atau tidak mengekspos secara berlebihan adalah salah satu upaya untuk menjaga keselamatan dan kebahagiaan buah hatinya. Hal ini juga menjadi langkah antisipatif dalam melindungi si kecil dari pandangan kurang baik yang mungkin saja datang.

Lebih lanjut, Al Ghazali menekankan bahwa ia tidak ingin menjadikan anaknya sebagai alat untuk meraih popularitas atau konten semata. Prinsip ini dijalankan sebagai bagian dari tanggung jawab orangtua terhadap generasi penerusnya. Ia berharap sang anak dapat tumbuh dengan normal, tanpa harus menjadi tontonan atau bahan perbincangan dari luar.

Keputusan ini menuai beragam reaksi dari warganet. Ada yang mendukung penuh langkah yang diambil, mengingat memang seharusnya anak dilindungi dari hak publikasi yang berlebihan. Namun tidak sedikit juga yang merasa penasaran, meski mayoritas orang menghormati pilihan pribadi Al Ghazali dan keluarganya.

Sebagai publik figur, Al Ghazali menyadari bahwa kehidupannya kerap menjadi konsumsi publik, namun ia tetap memegang teguh hak untuk mengatur batas antara yang bisa dan tidak boleh dibagikan. Baginya, kepentingan dan masa depan anak adalah hal yang paling utama bila dibandingkan dengan pemenuhan rasa ingin tahu publik.